Latest Post
Loading...

Karya Perspektif pada Festival OZ ASIA, Adelaide, Australia, September-Oktober 2015 (foto : awd)

Keluarga Perspektif dan Tutti Arts, 2 Agustus 2016 (foto :awd)

Pameran karya Perspektif di Museum Sonobudoyo Yogyakarta, November 2016 (foto : awd) .

Pameran karya Perspektif di Pojok Budaya Bantul, Juni 2015 (foto : awd).

Pameran karya Perspektif di Bentara Budaya Yogyakarta, Agusus 2016 (foto : awd).

Selasa, 06 November 2018

Berdamai dengan Sesama, Perhatikan Sticker Berlogo dan Tulisan TULI



Perspektifnews.Yogyakarta. Tidak mendengar bunyi klakson, itulah yang terjadi pada setiap orang dengan gangguan pendengaran tuli total. Sehingga tuli yang berkendara di jalan raya dituntut untuk ekstra hati-hati, paham situasi melalui visualisasi. Mengingat, tidak semua pengguna jalan raya menyadari bahwa ada di antara mereka tuli yang juga sedang berkendara. Namun demikian, kenyamanan dan keselamatan berkendara di jalan raya menjadi harapan semua orang, tanpa kecuali tuli.
Berkendara di jalan raya tanpa pendengaran namun mengoptimalkan fungsi penglihatan dan perasaan, dilakukan oleh para tuli. Dengan harapan tidak mengganggu atau membahayakan pengendara lain. Artinya, mereka memiliki kemampuan, pengetahuan, keterampilan dan etika berkendara di jalan raya.

Membangun Kesadaran dan Kapasitas Jurnalis terhadap Isu Difabel



Mengungkap fakta dan menyajikannya menjadi sebuah berita informatif menjadi salah satu fungsi media. Mendorong tumbuhnya pemahaman tentang difabel atau sense of disability diharapkan lahir dari penulisan yang informatif berdasar fakta tersebut. Dengan demikian kesadaran atas seluruh hak yang melekat pada difabel dan pemenuhannya, tumbuh sebagaimana seharusnya.
Namun kenyataannya informasi yang disampaikan media tidak pada esensi, melainkan sensasional atau eventorial belaka. Berbagai faktor menjadi penyebab pemberitaan media tidak memenuhi kaidah dan harapan. Kurangnya awarness maupun pemahaman wartawan terkait isu difabel, atau otoritas redaksi terkait tidak adanya slot pemuatan berita difabilitas.

Gereja Kotabaru Kali Pertama Selenggarakan Perayaan Ekaristi Khusus



Jumat pagi (28/9/2018) kegiatan ibadat di Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta, dilaksanakan tidak seperti biasanya. Ada juru bahasa isyarat, juru bisik, di antaranya ketidakbiasaan itu. Ketidakbiasaan lainnya, lima orang difabel bertugas sebagai putra altar yang membantu Imam saat mengantar persembahan, menuangkan air putih dan anggur, serta membawa air cuci tangan Imam. Putra altar ini menjadi panutan umat dalam melakukan ritual ibadat ekaristi.