Latest Post
Loading...

Karya Perspektif pada Festival OZ ASIA, Adelaide, Australia, September-Oktober 2015 (foto : awd)

Keluarga Perspektif dan Tutti Arts, 2 Agustus 2016 (foto :awd)

Pameran karya Perspektif di Museum Sonobudoyo Yogyakarta, November 2016 (foto : awd) .

Pameran karya Perspektif di Pojok Budaya Bantul, Juni 2015 (foto : awd).

Pameran karya Perspektif di Bentara Budaya Yogyakarta, Agusus 2016 (foto : awd).

Kamis, 03 November 2016

Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Stimulasi yang Tepat


SELAMA ini sebagian besar orang berpandangan bahwa seseorang akan dikatakan cerdas, ketika berhasil menyelesaikan soal-soal matematika.  Atau mereka yang  nilai sainsnya bagus. Mendapatkan ranking di kelas dan atau sekolah. Bagi anak yang tidak mampu menyelesaikan soal-soal dalam berbagai bidang studi, akan mendapatkan label sebagai anak bodoh, ber-IQ jongkok, atau tak jarang bahkan dilabeli sebagai anak idiot.
Sesungguhnya setiap anak memiliki karakteristik dan kecerdasan masing-masing. Demikian pula dengan anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus (difabel).
Terdapat sebuah nasihat, “Jangan fokus hanya pada kekurangan anak, melainkan fokuslah pada kelebihannya.”
Benar adanya, setiap anak adalah istimewa. Mmereka memiliki kekhasan masing-masing. Stimulasi yang tepat akan dapat mengoptimalkan kecerdasan anak. Orangtua sebaiknya mulai menyadari perlunya membangun sikap dan mental positif. Menghemat energi, dengan tidak hanya berpikir pada kekurangan, melainkan fokus pada kelebihan, dan mengoptimalkannya dengan memberikan stimulasi yang tepat.

Selasa, 01 November 2016

Komunikasi Alternatif dan Tambahan bagi Anak Cerebral Palsy


Foto by :"YOGA KETAWA"
(Laughter Yoga Indonesia)
KELUMPUHAN otak yang menyertai anak dengan Cerebral Palsy (CP), akan berakibat  pada berbagai gangguan koordinasi otot.  Antara lain adalah gangguan koordinasi dalam komunikasi verbal (bicara).  Namun mereka sesung guhnya bisa berkomunikasi dengan bantuan sistem komunikasi alternatif atau tambahan.


Seorang akademisi, Sukinah Sadirin, M.Pd. bersama dua orang lain yaitu Dr. Mumpuniarti, M.Pd  dan Pujaningsih, M.Pd, bergabung dalam sebuah tim yang meneliti, mengembangkan sistem komunikasi tersebut. Mereka bertiga adalah dosen jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Univrsitas Negeri Yogyakarta.

Senin, 31 Oktober 2016

Percaya Diri Mengantar Ayu Meraih Mimpi


HARI itu, Rabu medio September 2016, matahari masih bersinar terik. Waktu menunjukkan pukul 15.15 WIB. Di dalam ruang 120, Jurusan Sains, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, berdiri seorang perempuan mini people, dengan tinggi tubuh tidak sampai satu meter. Ia menghadap ke arah beberapa mahasiswa. Sedang memberi materi kuliah rupanya. Kali itu, ia sedang memaparkan Hukum-hukum Dasar Stoikiometri. Sebuah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia). 
Benar, perempuan itu adalah seorang dosen. Ia bernama Ayu Fitri Amalia (31), dosen ilmu kimia. Tidak terlihat ada yang aneh dalam kelas itu. Seluruh mahasiswa yang hadir, khusyuk dan hormat mengikuti materi demi materi yang dijelaskan oleh sang dosen melalui power point yang disiapkannya. Sesekali Ayu menjelaskan rumus-rumus kimia dengan menulis di bagian bawah papan white board. Begitulah, Ayu Fitri memang hanya mampu meraih dan menggunakan papan white board pada  bagian bawah, tersebab kondisi tubuhnya yang pendek adanya.