SELAMA ini sebagian besar orang berpandangan bahwa seseorang akan dikatakan cerdas,
ketika berhasil menyelesaikan soal-soal matematika. Atau mereka yang nilai sainsnya bagus. Mendapatkan ranking di
kelas dan atau sekolah. Bagi anak yang tidak mampu menyelesaikan soal-soal
dalam berbagai bidang studi, akan mendapatkan label sebagai anak bodoh, ber-IQ
jongkok, atau tak jarang bahkan dilabeli sebagai anak idiot.
Sesungguhnya setiap anak memiliki karakteristik
dan kecerdasan masing-masing. Demikian pula dengan anak yang terlahir dengan
kebutuhan khusus (difabel).
Terdapat sebuah nasihat, “Jangan fokus
hanya pada kekurangan anak, melainkan fokuslah pada kelebihannya.”
Benar adanya, setiap anak adalah istimewa.
Mmereka memiliki kekhasan masing-masing. Stimulasi yang tepat akan dapat
mengoptimalkan kecerdasan anak. Orangtua sebaiknya mulai menyadari perlunya
membangun sikap dan mental positif. Menghemat energi, dengan tidak hanya berpikir
pada kekurangan, melainkan fokus pada kelebihan, dan mengoptimalkannya dengan
memberikan stimulasi yang tepat.








